Tugas 9 Bayu Kriptografi 4DTI23

One-Time Pad,
Cipher yang Tidak Dapat Dipecahkan
(Unbreakable Cipher)


Pendahuluan

• Unbreakable cipher merupakan klaim yang dibuat oleh kriptografer
terhadap algoritma kriptografi yang dirancangnya.
• Namun, kebanyakan algoritma yang sudah pernah dibuat orang
adalah breakable cipher.
• Caesar Cipher, Vigenere Cipher , Playfair Cipher, Enigma Cipher,
Hill Cipher, dll sudah kadaluarsa karena breakable cipher.


Apakah unbreakable cipher memang benar-benar ada?
Jawaban: ada
• Apa syarat sebuah cipher disebut unbreakable cipher?
Jawaban:
1. Kunci harus benar-benar acak (trully random).
2. Panjang kunci = panjang plainteks
• Acak: tidak dapat diprediksi nilainya dan tidak dapat diulang
• Akibat 1 dan 2: plainteks yang sama tidak selalu menghasilkan
cipherteks yang sama


One-Time Pad (OTP)

• Satu-satunya algoritma kriptografi sempurna aman (perfect secrecy) sehingga
tidak dapat dipecahkan adalah one-time pad (OTP).
• OTP ditemukan pada tahun 1917 oleh Major Joseph Mauborgne.
• OTP mengatasi kelemahan pada Vigenere Cipher. Vigenere Cipher mengulang
penggunaan kunci secara periodik → mudah ditemukan dengan metode
Kasiski.
• Pada OTP, panjang kunci = panjang plainteks
Plainteks: otpadalahcipheryangtidakbisadipecahkan
Kunci: trjkdndkdwerylgrgdkopcegyhbdwjbtrfhgvk

Pengirim dan penerima pesan memiliki salinan (copy) pad yang sama.
• Satu pad hanya digunakan sekali (one-time) saja untuk mengenkripsi
pesan
→ itulah mengapa dinamakan one-time pad.
• Sekali pad telah digunakan, ia dihancurkan supaya tidak dipakai
kembali untuk mengenkripsi pesan yang lain
→ menyulitkan kriptanalisis
Plainteks: otpadalahcipheryangtidakbisadipecahkan
Kunci: trjkdndkdwerylgrgdkopcegyhbdwjbtrfhgvk


Contoh 1:
Plainteks: onetimepad
Kunci: tbfrgfarfm
Misalkan A = 0, B = 1, …, Z = 25.
cipherteks: HOJKOREGHP
yang dalam hal ini diperoleh sebagai berikut:
(o + T) mod 26 = H
(n + B) mod 26 = O
(e + F) mod 26 = J, dst


Contoh 2:
Plainteks : nantimalamsayatunggukamudidepanwarungkopi
Kunci : gtrskncvbrwpoatqljfmxtrpjsrzolfhtbmaedpvy
Cipherteks : TTELSZCGBDOPMAMKYPLGHTDJMAUDDLSDTSGNKNDKG


OTP ini tidak dapat dipecahkan karena:

1. Kunci acak + plainteks yang tidak acak = cipherteks yang
seluruhnya acak.
2. Hanya terdapat satu kunci yang memetakan plainteks ke
cipherteks, begitu juga sebaliknya.
• Mendekripsi cipherteks dengan beberapa kunci berbeda dapat
menghasilkan plainteks yang bermakna, sehingga kriptanalis
kesulitan menentukan plainteks mana yang benar.


Contoh 3: 
Misalkan kriptanalis mencoba kunci : LMCCAWAAZD
untuk mendekripsi cipherteks HOJKOREGHP
Plainteks yang dihasilkan: SALMONEGGS
Bila ia mencoba kunci: ZDVUZOEYEO
Plainteks yang dihasilkan: GREENFIELD


Kelemahan OTP

• Meskipun OTP menawarkan keamanan yang sempurna, tetapi ia tidak umum
digunakan dalam aplikasi praktis (aplikasi komersil maupun aplikasi lainnya).

• Alasan:    
1. Tidak mangkus, karena panjang kunci = panjang pesan.
Makin panjang pesan, makin besar ukuran kuncinya. Butuh komputasi yang
berat untuk membangkitkan milyaran karakter-karakater yang benar-benar
acak.
2. Karena kunci dibangkitkan secara acak, maka ‘tidak mungkin’ pengirim
dan penerima membangkitkan kunci yang sama secara bersamaan.

• OTP hanya dapat digunakan jika tersedia saluran komunikasi kedua yang
cukup aman untuk mengirim kunci.

• Saluran kedua ini tidak boleh sama dengan saluran untuk mengirim
pesan.


Contoh Penggunaan OTP

• Perang dingin antara AS dan Uni Soviet (tahun 1940):
- agen spionase Uni Soviet membawa kunci one-time pad ke AS
- pesan-pesan rahasia dienkripsi dengan OTP dan dikirim dari AS
- di Uni Soviet, kunci OTP yang sama digunakan untuk mendekripsi
cipherteks.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 2 Bayu Kriptografi 4DTI23