Tugas 4 Bayu Kriptografi 4DTI23
Kriptografi Klasik
(Bagian 2)
Beberapa Cipher Klasik
1. Caesar Cipher
2. Vigenere Cipher
3. Playfair Cipher
4. Affine Cipher
5. Hill Cipher
6. Enigma Cipher
1. Vigènere Cipher
• Termasuk ke dalam cipher abjad-majemuk (polyalpabetic substitution
cipher ).
• Dipublikasikan oleh diplomat (sekaligus seorang kriptologis) Perancis,
Blaise de Vigènere) pada abad 16 (tahun 1586).
• Tetapi sebenarnya Giovan Batista Belaso telah menggambarkannya
pertama kali pada tahun 1553 seperti ditulis di dalam bukunya La Cifra
del Sig. Giovan Batista Belaso
• Algoritma tersebut baru dikenal luas 200 tahun kemudian yang oleh
penemunya cipher tersebut kemudian dinamakan Vigènere Cipher.
Varian Vigenere Cipher
1. Full Vigènere cipher
Setiap baris di dalam tabel tidak menyatakan pergeseran huruf,
tetapi merupakan permutasi huruf-huruf alfabet.
2. Auto-Key Vigènere cipher
• Jika panjang kunci lebih kecil dari panjang plainteks, maka kunci
disambung dengan plainteks tersebut.
• Misalnya,
Pesan: negara penghasil minyak
Kunci: INDO
maka kunci tersebut disambung dengan plainteks semula sehingga
panjang kunci menjadi sama dengan panjang plainteks:
• Plainteks : negarapenghasilminyak
• Kunci : INDONEGARAPENGHASILMI
3. Running-Key Vigènere cipher
• Kunci adalah string yang sangat panjang yang diambil dari teks
bermakna (misalnya naskah proklamasi, naskah Pembukaan UUD
1945, terjemahan ayat di dalam kitab suci, dan lain-lain).
• Misalnya,
Pesan: negarapenghasilminyak
Kunci: KEMANUSIAANYANGADILDA (NBERADAB)
• Selanjutnya enkripsi dan dekripsi dilakukan seperti biasa.
2. Playfair Cipher
• Termasuk ke dalam polygram cipher.
• Ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone namun dipromosikan oleh
Baron Lyon Playfair pada tahun 1854.
• Cipher ini mengenkripsi pasangan huruf (bigram), bukan huruf
tunggal seperti pada cipher klasik lainnya.
• Tujuannya adalah untuk membuat analisis frekuensi menjadi sangat
sulit sebab frekuensi kemunculan huruf-huruf di dalam cipherteks
menjadi datar (flat).
Kunci dapat dipilih dari sebuah kalimat yang mudah diingat, misalnya :
JALAN GANESHA SEPULUH
Buang huruf yang berulang dan huruf J jika ada :
ALNGESHPU
Lalu tambahkan huruf-huruf yang belum ada (kecuali J) :
ALNGESHPUBCDFIKMOQRTVWXYZ
Lalu Masukkan ke dalam bujursangkar
Pesan yang akan dienkripsi diatur terlebih dahulu sebagai berikut :
1. Ganti huruf j (bila ada) dengan i
2. Tulis pesan dalam pasangan huruf (bigram).
3. Jangan sampai ada pasangan huruf yang sama. Jika ada, sisipkan x di
tengahnya
4. Jika jumlah huruf ganjil,tambahkan huruf x di akhir.
Contoh:
Plainteks: temui ibu nanti malam
→ Tidak ada huruf j, maka langsung tulis pesan dalam pasangan huruf : te mu ix ib un an ti ma la mx
Algoritma dekripsi kebalikan dari algoritma enkripsi. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Jika dua huruf terdapat pada baris bujursangkar yang sama maka tiap huruf diganti dengan huruf di kirinya.
2. Jika dua huruf terdapat pada kolom bujursangkar yang sama maka tiap huruf diganti dengan huruf di atasnya.
3. Jika dua huruf tidak pada baris yang sama atau kolom yang sama, maka huruf pertama diganti dengan huruf pada perpotongan baris huruf pertama dengan kolom huruf kedua. Huruf kedua diganti dengan huruf pada titik sudut keempat dari persegi panjang yang dibentuk dari tiga huruf yang digunakan sampai sejauh ini.
4. Buanglah huruf X yang tidak mengandung makna.
5. Karena ada 26 huruf abjad, maka terdapat 26 x 26 = 677 bigram, sehingga identifikasi bigram individual lebih sukar.
6. Sayangnya ukuran poligram di dalam Playfair cipher tidak cukup besar, hanya dua huruf sehingga Playfair cipher tidak aman.
7. Meskipun Playfair cipher sulit dipecahkan dengan analisis frekuensi relatif hurufhuruf, namun ia dapat dipecahkan dengan analisis frekuensi pasangan huruf.
8. Dalam Bahasa Inggris kita bisa mempunyai frekuensi kemunculan pasangan huruf, misalnya pasangan huruf TH dan HE paling sering muncul.
9. Dengan menggunakan tabel frekuensi kemunculan pasangan huruf di dalam Bahasa Inggris dan cipherteks yang cukup banyak, Playfair cipher dapat dipecahkan.
Source : https://onlinelearning.uhamka.ac.id
Komentar
Posting Komentar